Tentang Mengambil Keputusan
Belakangan ini hidup gue banyak dituntut untuk bisa mandiri dalam mengambil keputusan dan gue merasa kesulitan dalam melakukan itu. Ada perasaan ngga percaya diri dan takut untuk mengambil keputusan. Takut akan konsekuensi yang diterima nantinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, takut menyesal, takut kecewa.
Gue tuh memang termasuk orang yang plin-plan dan gampang banget dirayu dan terjerumus. Gue bukan orang yang tegas dalam berprinsip, terlalu banyak kebingungan dalam hidup gue jadi gampang percaya sama omongan orang. Kalau dipikir-pikir lagi, sedari kecil memang hidup gue terlalu banyak didikte, banyak ngga bolehnya, semua diatur sama orang tua, jadi gue tidak terbiasa dalam mengambil keputusan. Jadi, ketika gue dewasa dan orang tua baru mulai memberikan kepercayaannya ke gue, gue gak punya skill mengambil keputusan itu.
Selama sekolah sampai kuliah, gue ngga pernah menuntut ilmu di tempat yang gue pilih sendiri. Yang seharusnya saat masuk SMP gue bisa menentukan gue mau sekolah dimana tapi lagi-lagi gue belum diberi kepercayaan untuk itu. Gue mau masuk SMP Negeri favorit di daerah Jakarta Selatan, tapi orang tua gue sudah mempunyai pilihan lain. Menjelang kelulusan SMP, gue belajar dan mempersiapkan diri supaya hasil UN gue bagus dan bisa masuk SMA pilihan gue, dengan pertimbangan disana banyak peluang diterima di UI dan Ekskul samannya bagus, tapi lagi-lagi orang tua gue udah punya pilihan lain, padahal saat itu gue berhasil dapet nilai UN yang memuaskan dan pasti diterima di sekolah yang gue mau. Saat memilih tempat kuliah pun, gue ngga punya banyak pilihan meskipun begitu banyak universitas yang ada di Indonesia, gue hanya boleh berkuliah di Jakarta atau Bandung. Pilihan gue pun semakin kecil yang akhirnya lagi-lagi tempat gue kuliah itu atas pilihan orang tua..
Sebenernya bukan hal yang buruk untuk nurut dengan orang tua, meski ada dampak negatifnya yaitu gue tumbuh menjadi orang dewasa yang sulit mengambil keputusan, tapi gue juga merasakan banyak keberkahan atas kehidupan yang gue jalani ini. Mulai dari gue ketemu orang yang gue sayang di SMP yang sebenernya gue gamau sekolah disana, pas SMA gue tetep bisa ikut ekskul saman dan berhasil buat ekskul saman sekolah gue menjuarai beberapa perlombaan mulai dari tingkat JakBar, DKI, sampai Jabodetabek serta gue punya kesempatan tampil di acara-acara penting. Saat kuliah gue bisa magang di perusahaan multinational, ikut kegiatan KPM dimana gue ketemu banyak orang-orang hebat. Setelah lulus pun Alhamdulillah gue merasa diberi kemudahan banget dalam mendapat perkerjaan, padahal gue biasa aja bukan yang pinter-pinter banget, sedangkan banyak diluar sana yang sulit dapet kerja.
Hal ini akan menjadi pelajaran buat gue dalam mendidik anak kelak, gue akan membiasakan anak gue mengambil keputusannya sendiri dan tentunya menerima setiap konsekuensinya. Gue mau anak gue nanti bisa tegas dalam memegang prinsip-prinsip hidupnya, selama itu tidak bertentangan dengan agama, karena bagaimanapun agama buat gue tetep nomer satu.

Comments
Post a Comment